Berjalan mondar-mandir tak membuatku segera menemukan titik terang, apakah aku boleh menaruh kecurigaan pada kawan-kawanku yang datang ke mari? Adrian? Atau Neng Mawar misalnya? Rasanya tidak mungkin bagi kedua orang itu untuk mencoba melakukan sabotase pada apartemen ini. Adrian? Apa dia punya dendam padaku? Neng Mawar? Sebenci-bencinya dia padaku, aku pikir dia tidak punya skill untuk memasang bom di tempat orang lain. Ini cukup janggal. Aku sekarang bahkan tinggal di hotel dengan dijaga para pengawal, karena apartemenku … selain masih berlubang juga masih dibutuhkan untuk penyelidikan. Bukan hanya penyelidikan oleh polisi, tentu penyelidikan yang dilakukan atas perintah Hudson. Orang-orang dari ayahku. Tok tok tok Pintu kamarku diketuk. “Masuk!” titahku. Pintu kamar ini terbu

