Jackson kembali ke dalam kamar, dirinya mendapati Maita sudah terlelap dalam mimpinya. Keadaan di tempatnya saat ini menurutnya sudah tidak aman. Dirinya meyakini jika Susan masih mengincar dirinya. Entah apa tujuannya kali ini, namun Jackson meyakini ada dalang di balik semua ini. “Sayang, bangun! Kita harus pulang ke Samarinda sekarang juga,” bisik Jackson di samping telinga Maita. Maita segera membulatkan kedua bola matanya, lalu segera duduk menatap Jackson dengan penuh pertanyaan. “Nanti aku jelaskan di mobil. Sekarang kita keluar dari hotel terlebih dahulu,” kata Jackson. “Kenapa mendadak seperti ini. Kamu akan memulangkan aku kepada orangtua ku di sana?” “Tidak akan. Aku tidak akan memulangkan kamu meskipun kamu merengak atau bersujud dihadapanku. Bagiku kamu adalah segalanya.

