Maita terbangun lebih dulu daripada Jackson. Perlahan-lahan dirinya mulai mengangkat lengan kekar sang suami dari atas perutnya. Namun sepertinya usahanya nampak sia-sia, karena lengan kekar itu semakin erat melilit bagian perutnya. “Masih pagi, mau ke mana, hem ...?” bisik Jackson tepat si samping telinga Maita. Maita segera menatap ka wajah Jackson, namun suaminya itu masih setia dengan mata yang masih terpejam. “Jangan memandangi ku terus, aku tahu aku ini ganteng,” kelakar Jackson. “Ish, narsis banget. Darimana kamu tahu aku memandangmu?” Maita penasaran. “Dari tadi, aku tau kok,” sahutnya cepat. “Oo ... jadi kamu pura-pura tidur,” kata Maita sembari memencet hidung Jackson. “Aku nggak bisa napas sayang!” “Biarin aja,” ujar Maita. “Jadi nggak mau lepasin aku nih?” kata Jackso

