“Saya terima nikahnya Maita Carolina Kamil, binti Danar Kamil, dengan maskawin uang satu miliar dan emas seratus gram dibayar tunai.” “Bagaimana saksi?” tanya penghulu kepada para saksi yang adadi dalam ruangan. “Sah!” jawab semua serempak. ”Alhamdulillah,” gumam Jackson. Penghulu segera membacakan doa untuk pengantin. Sementara itu Danar, segera bergegas meninggalkan meja penghulu, yang mana membuat Jackson semakin bingung. Jackson mengira bahwa Danar tidak suka dengan pernikahan mereka. Setelah doa dibacakan, penghulu meminta agar mempelai wanita dibawa menuju ke ruangan. Tak berselang lama Maita muncul dengan setelan kebaya berwarna putih, dengan kain batik yang membalut dengan rapi di bagain bawah. Hal itu membuat penampilan Maita terlihat begitu anggun. Danar membawa Maita m

