Lagi dan an lagi, Lily harus menghela nafasnya kasar, tatkala mendengar jawaban dari sang suami. Pria itu tidak ingin rugi sedikit pun. Dasar suami pelit, Lily mengumpat dalam hati. "Iya iya nanti aku pasti bayar kok. Lagian juga aku nggak minta tuh, sama Om." Lily berkata sambil terus memijat kepala Edwin dengan sedikit kasar hingga pria itu meringis kesakitan. "Lily, lakukan tugasmu dengan benar!" Titah Edwin seraya mencekal tangan Lily yang masih berkutat di kepalanya. Wanita itu terkejut hingga tanpa sengaja, sepasang mata cantiknya bertemu dengan mata tajam milik sang suami. "Iya Om aku paham, tapi tolong lepasin tangan Om dulu." Jantung Lily berdegup dengan kencang saat 2 manik mata milik suaminya kini mulai teduh. Bolehkah ia saat ini mengagumi suaminya yang tampan dan gagah. Bah

