bab 227

1503 Kata

Kiana memandangi menu sarapan paginya dengan tak bersemangat. Kepalanya dipenuhi banyak umpatan yang ditujukan pada dirinya sendiri. Dia sungguh tak menyangka jika Ning, ibunya Ruben, mendatanginya ke kantor management guna membicarakan hal itu. Ning bilang, Kiana tak boleh merusak rumah tangga anak dan menantunya karena menantunya itu sedang hamil. Oh, astaga. Kiana bahkan tak berkeinginan untuk melakukannya meski dia memang mencintai Ruhen. Interaksinya dengan pria itu hanya sebatas pekerjaan saja, tidak lebih. Namun, Ning yang terlanjur emosi tak percaya. Wanita paruh baya itu memarahinya meski tak secara langsung. Ah, sial. Kepala Kiana jadi pening bila mengingatnya. “Mbak Kiana kamu enggak apa-apa?” tanya Sarah. Kiana tak menjawab pertanyaan itu. Dia hanya mengambil potongan r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN