bab 228

1527 Kata

Sarah terdiam ketika mendengar seluruh rangkaian kejadian yang diceritakan Kiana tersebut. Gigi si wanita muda asistennya Kiana itu bergemelutuk ketika emosi dalam dirinya membumbung tinggi dan dia menahannya. Tangannya mengusap-usap punggung dan bahu Kiana tanpa henti. Dalam hati dia cukup prihatin terhadap apa yang terjadi di antara mereka. Bagi Sarah, ibunya Ruben sungguh keterlaluan. Ini tak ada bedanya dengan fitnah kejam yang dilontarkan para pemfitnah kepada korban. Ibunya Ruben dinilai terlalu jahat karena langsung menilai Kiana dengan asumsi tembakan begitu saja, tanpa sedikitpun menyadari bahwa itu ada andil sang putra juga. Oh, sialan. Bagaimana mungkin wanita paruh baya itu mengeluarkan kata-kata menyakitkan seperti itu? Sebah tangan Sarah memijit kepalanya yang berdenyut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN