Tak biasanya Risa merasa malas untuk bangun pagi, apalagi saat itu rasanya dia tengah membawa sesuatu yang tampak berat sekali di kepalanya. Banyak hal yang ingin ia lakukan di weekend kali, seperti memasak masakan untuk ia dan suaminya makan, hingga berkebun di taman belakang pada esok hari. Sayangnya, agenda itu tampak seperti agenda yang tak bisa dia lakukan sekarang. Karena tubuhnya seakan-akan menolak apa yang ingin ia kerjakan. Itu terbukti dari apa yang sekarang sedang ia lakukan. Bagaimana mungkin Risa masih berdiam diri di atas kasurnya seraya mendengarkan lagu-lagu galau yang memekakan telinga? Ruben, suaminya itu, bahkan sudah tak bisa mengatakan apa-apa lagi saking bingungnya. Dia hanya bisa menggelengkan kepala seraya berharap bahwa istrinya tak sakit atau semacamnya. Ah,

