Mobil sedan yang dikendarai Ruben berhenti tepat di pelataran parkir sebuah villa yang berada di dataran tinggi Puncak, Bogor. Dengan udara yang masih sangat sejuk dan tertata— karena jauh dari padat dan sibuknya kota—Risa bisa menghirupnya tanpa merasa takut jika ia akan terkena polusi udara. Perempuan itu tersenyum lebar, ia menolehkan kepala ke arah suaminya yang masih mematikan mesin mobil setelah berusaha memarkirkan kendarannya di tepat yang sesuai. Pagi itu jarum jam di pergelangan tangan kiri Risa menunjuk ke angka sembilan, jadi matahari yang ada di sana juga belum terlalu tinggi dan belum terasa terik. “Mas mau turunin tasnya dulu atau gimana?” tanya Risa. Ruben menolehkan kepala ke arah jok tengah. Dia menatapi beberapa tas yang sedari awal sengaja ditaruh di sana karen

