bc

Pernikahan Balas Dendam

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
revenge
one-night stand
family
HE
escape while being pregnant
second chance
arranged marriage
heir/heiress
drama
tragedy
city
childhood crush
polygamy
addiction
like
intro-logo
Uraian

“Aku telah mencintai mu dari umur ku lima tahun, aku mengikuti mu hingga saat ini. Hingga impian terbesar ku terwujud, menikah dengan mu.”

Sambil ter isak-isak wanita berambut panjang itu meluapkan isi hatinya. “Bisakah kau mencoba mencintai ku, Leo?".

“Apa kau wanita yang tidak punya harga diri sedikit pun, Laura?,” ucap Leo, dengan tatapan tajam yang berusaha menahan rasa jijiknya .

“Cinta ku lebih besar dari sebuah harga diri, kau tidak akan mengerti”  lirih Laura.

“Kau tau aku orang yang kejam, aku tidak mungkin mengerti soal itu. Berhentilah bersikap bodoh atau kau cepat tandatangani surat perceraian kita.” Ucap Leo mengncam, pergi begitu saja menaiki tangga.

“Hiks hiks, aku pun tidak mau seperti ini Leo, aku telah di kuasai cinta buta ku,” guman Luara.

Wanita itu terus menangis sambil mencengkram kuat dadanya, seolah rasa sakit berpusat di dadanya. Sesak rasanya setiap hari Laura akan mendapat sikap dingin Leo,  terlebih semenjak dua bulan pernikahan mereka. Leo lebih dingin dan kasar.

Laura mencoba memulihkan tenaga, ia mulai menghapus jejak air matanya yang sembab. Setiap menangis Laura akan merasa lemas oleh penyakit paru-paru yang di deritanya dari umur enam tahun.

 Flasback

“Leo , aku akan menggendong mu. Kemari lah,” celoteh seorang bayi perempuan.

Bayi  laki-laki yang berusia lima tahun dengan kesal menggelembungkan pipinya, berucap, “Laura, lihat lah kaki mu sangat pendek. Biar aku yang menggendong mu.” 

Dengan kaki pendek mungilnya, Laura berlari mendekap Leo, ia menempel seperti koala. Meski tinggi Leo lebih dominan, namun berat Laura seperti  buntalan daging, membuat mereka terjatuh bersama. 

“Dasar bodoh!.” Dengan mengerucutkan bibir mungilnya, Laura memukul kepala Leo dengan tangannya yang penuh dengan lemak, terlihat ia sangat bertenaga.

“Hiks hiks hiks.” Leo menangis tak kuasa menahan sakit di kepalanya. Meski begitu, ia masi terlihat sangat imut juga tampan.

“Cup.” Bibir mungilnya yang masi sering mengunyah permen, Luara mencium bibir mungil Leo.

Seketika Leo berhenti menangis, pipinya yang seperti roti mendadak merah merona, ia berucap, ”kau tidak boleh mencium sembarang pria di masa depan. Tunggulah aku menjadi orang dewasa, aku akan melamar mu.”

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1
“Aku telah mencintai mu dari umur ku lima tahun, aku mengikuti mu hingga saat ini. Hingga impian terbesar ku terwujud, menikah dengan mu.” Sambil ter isak-isak wanita berambut panjang itu meluapkan isi hatinya. “Biasakah kau mencoba mencintai ku, Leo?,” tambahnya. “Apa kau wanita yang tidak punya harga diri sedikit pun, Laura?,” ucap Leo, dengan tatapan tajam yang berusaha menahan rasa jijiknya . “Cinta ku lebih besar dari sebuah harga diri, kau tidak akan mengerti” lirih Laura. “Kau tau aku orang yang kejam, aku tidak mungkin mengerti soal itu. Berhentilah bersikap bodoh atau kau cepat tandatangani surat perceraian kita.” Ucap Leo mengncam, pergi begitu saja menaiki tangga. “Hiks hiks, aku pun tidak mau seperti ini Leo, aku telah di kuasai cinta buta ku,” guman Luara. Wanita itu terus menangis sambil mencengkram kuat dadanya, seolah rasa sakit berpusat di dadanya. Sesak rasanya setiap hari Laura akan mendapat sikap dingin Leo, terlebih semenjak dua bulan pernikahan mereka. Leo lebih dingin dan kasar. Laura mencoba memulihkan tenaga, ia mulai menghapus jejak air matanya yang sembab. Setiap menangis Laura akan merasa lemas oleh penyakit paru-paru yang di deritanya dari umur enam tahun. Laura mulai tersenyum memasuki dapur. Ini adalah tempat impiannya masi kecilnya, bisa memasak berbagai masakan kesukaan Leo di dapur rumah mereka sendiri. Dengan cekatan, Laura berhasil membuat tiga jenis masakan khas Eropa. Masing-masing Masakan itu terlihat sangat cantik, terlukis seperti sebuah kastil yang di kelilingi pohon pinus, tentu dengan keterampilannya. Sebuah kebodohan atau kegigihan, Laura memberanikan diri menuju kamar Leo untuk membawa semua masakannya. Selama ada Laura, Leo tidak pernah makan di rumah. Ini adalah masakan gagal ke-60 tepatnya selama pernikahan, jika Leo menolaknya lagi. “Leo, makanlah du_.” Ucapan Laura seolah tersangkut di tenggorokan, ketika melihat Leo yang baru keluar dari kamar mandi. Wajah tampan dengan tinggi proporsional, Leo hanya memakai handuk sebatas pinggul. Memperlihatkan badan sixpack Leo tetesan air dari rambut menambah kesan sexy. Laura meneguk Slavina nya, ia mendadak gugup tapi sedikit fikiran m***m berputar di kepalnya. Toh dia adalah suaminya Setidaknya usaha terbayar dengan pemandangan saat ini, bukan?. Kegugupan membuat keseimbangan tubuh laura goyah, ia hampir saja menjatuhkan nampannya. Segera di taruh nya nampan di atas nakas. “Kau tidak mengetuk pintu lagi?. Kau memang tidak pantas menyandang keluarga Bailey,” ketus Leo. “Memangnya jika aku mengetuk, kau akan membuka pintu?, aku tau itu hal yang sia-sia" “Kau tau itu sia-sia, tapi kenapa kau masi terus memasak untuk ku?" sinis Leo. “Makanan adalah nikmat karunia yang tuhan berikan, ini tidak sia-sia Leo,” ucap Laura tersenyum senang. Leo semakin muak, “Cih, Kau mirip kecoa yang menjijikan.” Laura tak menanggapi sikap dingin Leo, ia berkata, ”makanlah sebelum dingin, aku akan keluar.” “Aku tidak suka menyia-nyiakan makanan,” ucap Leo. Deg. ucapan Leo berhasil membuat jantung Luara berdegup, apa itu artinya masakan nya telah di terima?, wajah Laura menjadi merona. “Aku akan menyuruh pekerja rumah untuk memakannya, atau kau yang menyingkirkan nya sendiri, Laura?" Seketika wajah Laura menjadi pucat, dengan tidak putus asa ia berkata, “kau hanya memakannya, kenapa kau selalu mempermasalahkan ini?, semua yang telah ku masak adalah kesukaan mu. Bahkan aku tidak menaruh mantra pada masakan ku.” Dengan geram Leo mencemooh, "heh. Bahkan hanya menyentuhnya saja aku sudah jijik.” Kini Laura habis kesabaran, ia mengabaikan tatapan tajam Leo. Seakan Laura telah mengumpulkan banyak kekuatan, ia mendekati Leo hingga jarak di antara mereka hanya beberapa inci saja. “Cup.” Laura mencium bibir Leo. Agar Leo tidak cepat melepaskan ciumannya ia segera mengalungkan lengannya di leher Leo. Sayangnya ciuman itu haya bertahan beberapa detik saja, Leo mendorong kuat Laura hingga Laura terpental sampai di sudut lemari. Laura harus menerima resiko telah membangunkan raja IbLIS saat ini, terlihat pelipisnya telah mengeluarkan darah segar akibat terbentur lemari kayu. “Kau sangat murahan Laura!, aku akan menaruh mu di rumah p*****r,” Ucap Leo dengan tatapan membunuh. “Heh, aku istri mu. Aku sama sekali tidak mirip p*****r. Ini adalah ciuman ke dua ku, setelah aku mencium mu di umur 5 tahun,” ucap Laura, tersenyum tipis. Emosi Leo sudah di ubun-ubun, ia hilang kendali mencengkram kuat leher Laura. Dengan mata merah padam ia berkata, ”kau mencintai ku?, bisakah kau wujudkan keinginan ku selama ini Laura?.” Dengan nafas yang tercekik Laura berusaha berbicara, “Ji-ka kau ingin ber-cerai maka aku tidak bisa mengabulkan.” “Aku hanya ingin kau lenyap sekarang," sambil menggerakkan giginya ia melajutatkan , "dan untuk kehidupan yang selanjutnya,” ucap Leo, lalu melepaskan cengkeramannya. Dunia terasa runtuh bagi Laura, saat ini matanya hanya ada sebuah luka. Mata bulatnya yang biru berkaca-kaca seperti bola kristal. Ucapan Leo membuat Fisiknya mendadak melemah di tambah penyakit paru-parunya, ia hampir tak bertenaga. Dengan sisa tenaganya, Laura bertanya, ”Apa kau sangat membenci ku, Leo?.” “Kenapa kau sangat membenci ku??, dulu kau sangat menyayangi ku,” tambahnya. Leo tidak menanggapi dengan sikap acuhnya ia berkata, “Enyah lah dari pandangan ku.” Leo sudah tidak ingin melihat Luara, ia segera meraih pakaiannya dan berniat mengganti pakaian di kamar tamu. Laura yang masi bersimpuh di lantai, ia segera meraih obat. Untung ia meminum obatnya tepat waktu, jika tidak biasnya Laura akan di rawat selama beberapa hari. Flasback “Leo , aku akan menggendong mu. Kemari lah,” celoteh seorang bayi perempuan. Bayi laki-laki yang berusia lima tahun dengan kesal menggelembungkan pipinya, berucap, “Laura, lihat lah kaki mu sangat pendek. Biar aku yang menggendong mu.” Dengan kaki pendek mungilnya, Laura berlari mendekap Leo, ia menempel seperti koala. Meski tinggi Leo lebih dominan, namun berat Laura seperti buntalan daging, membuat mereka terjatuh bersama. “Dasar bodoh!.” Dengan mengerucutkan bibir mungilnya, Laura memukul kepala Leo dengan tangannya yang penuh dengan lemak, terlihat ia sangat bertenaga. “Hiks hiks hiks.” Leo menangis tak kuasa menahan sakit di kepalanya. Meski begitu, ia masi terlihat sangat imut juga tampan. “Cup.” Bibir mungilnya yang masi sering mengunyah permen, Luara mencium bibir mungil Leo. Seketika Leo berhenti menangis, pipinya yang seperti roti mendadak merah merona, ia berucap, ”kau tidak boleh mencium sembarang pria di masa depan. Tunggulah aku menjadi orang dewasa, aku akan melamar mu.” Flashback off. Laura tersenyum tipis mengingat sepenggal memori indahnya. Semua yang berhubungan dengan Leo akan terekam jelas di memorinya, meski sudah dua puluh tahun berlalu. Semenjak umur sepuluh, tidak tahu kenapa Leo menjadi orang yang dingin terhadapnya. Laura tidak bisa merasakan kehangatan Leo lagi.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
63.0K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook