Bab 62 - Cincin

1204 Kata

“Heh, anak baru! Baru juga training satu hari udah bikin ulah. Liat nggak tadi ekspresi Pak Gala bagaimana?” Siti melipat tangannya di d**a sambil memperhatikan Damara yang kini menunduk sambil melakukan pekerjaannya. Siti menggertakan gigi karena Damara tak kunjung menjawab omelannya, dan itu justru membuat Siti merasa tidak dihargai. “Saya lagi ngomong sama kamu, heh!” “Maafkan saya, Mbak.” “Pak Gala minta data lo, kayaknya kerja lo nggak aman deh. Yang udah-udah juga gitu, sekali membuat kesalahan, besokannya langsung dipecat.” Siti tersenyum miring, seolah merasa puas bila Damara segera enyah dari tempat kerjanya. “Ya syukur alhamdulillah,” jawab Damara enteng. Siti langsung melotot kaget. Apakah Damara sedang menantangnya? Damara tidak takut dipecat? “Lo tuh terancam dipecat. Lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN