XXIII POSTPONED MISSION

1954 Kata
Author’s Point of View Di ruang rapat semua orang sibuk dengan gadget nya. Mereka semua mempersiapkan dan melakukan pengecekan ulang atas apa yang akan mereka laporkan saat rapat berlangsung. Rapat mingguan ini termasuk salah satu rapat besar karena setiap divisi memberikan perwakilan untuk melaporkan hasil kerja mereka selama satu minggu. Semua perwakilan divisi sudah memenuhi tempat, tapia da satu tim inti yang belum hadir, ia adalah seseorang yang tidak pernah terlambat sebelumnya. Setidaknya ia akan datang 15 menit lebih awal dari waktu dimulainya rapat.             “Sore, maaf saya terlambat. Semua siapkan bahan laporan kalian dan presentasi dimulai dari divisi mekanis pesawat, sekarang” Kare mengeluarkan kalimat dari mulutnya sambil berjalan dari arah pintu ke tempat duduknya. Tepat saat ia duduk, presentasi pertama dimulai. Divisi itu menjelaskan mengenai perkembangan dan masalah yang mereka hadapi, termasuk dengan kegagalan saat simulasi kemarin. Mereka mengatakan bahwa kondisi pesawat sudah sangat siap, kecelakaan yang terjadi kemarin itu karena aktivasi Lapsiona yang gagal.             “Bukan, bukan hanya Lapsoina. Pesawat ini juga berperan atas kecelakaan itu. Kalian harus ingat jika aktifator Lapsiona adalah panas bumi, sistem kontrol suhu pada tempat penyimpanan Lapsiona ini memang sudah diusahakan untuk meng-cover perubahan suhu secara drastis itu, tapi pesawat juga tetap harus memiliki pengaturan suhu yang baik agar ada double safety. Aku tidak mau ada kecelakaan pada simulasi berikutnya. Rapat akan dilanjutkan oleh divisi dari sebelah kiriku hingga kanan secara berurutan, waktu masing-masig hanya 5 menit. Setelah itu ada bahasan tambahan yang sudah ku tuliskan di agenda rapat kemarin” Semua divisi menjelaskan secara detail dan singkat laporan mereka seperti yang dilakukan oleh divisi terknisi pesawat. Tidak hanya kumpulan masalah yang terselesaian, beberapa keluhanpun bermunculan. Untuk saat ini Kare hanya bisa membaginya bersama Sam karena keluarnya Zlo dari misi ini. Hal tersebut memang bukan hal yang mudah mengingat Zlo merupakan partnernya dari awal, hanya Zlo dan Kare yang mengetahui semuanya dengan sangat detail. Selesainya divisi keamanan, menandakan semua divisi telah menyampaikan laporan mingguannya. Agenda rapat berikutnya adalah membahas kegagalan simulasi yang sempat disinggung tadi, momentum Iedhla, keluarnya Zlo dari misi ini dan masuknya anggota baru pada tim inti misi.             “Baiklah, dari keempat agenda selanjutnya, dua sudah sedikit kita bahas sebelumnya. Untuk kegagalan simulasi, saya rasa semua sudah cukup paham dan akan Tn. Sam periksa perkembangannya seminggu kedepan. Kemudian untuk momentum portal, kemarin divisi penelitian portal sudah mengirim laporannya dan kemungkinan titik temu magnet atau titik difusi yang membuka portal paling besar itu sekitar satu sampai dua bulan lagi dan mereka juga akan selalu memberikan laporan langsung setiap hari yang akan ditayangkan pada screen utama di hall camp ini. Selanjutnya sifatnya adalah pemberitahuan, jika Tn. Zlo sudah tidak bergabung dalam misi ini..” Sam yang tidak tahu apa apa sangat terkejut atas apa yang dikatakan Kare “Sebentar, kenapa? Apa alasanya?” Sam menyela dan mencoba mencari tahu. “Sepertinya kita semua tahu kalau Tn. Zlo sekarang menempati suatu jabatan tinggi di Auroert, tentu hal itu membuat waktunya tidak banyak.” Jawab Kare. Sungguh hal ini belum menjawab pertanyaan yang diajukan Sam secara penuh. Ia tidak mengerti mengapa Mr. Ekuador membiarkan Zlo pergi begitu saja. Lalu apakah Zlo serius untuk pergi meninggal misi yang ia lakukan selama bertahun-tahun ini. Kare melanjutkan rapat yang sebentar lagi selesai itu, “Terakhir, kita punya Nn. Sitma sebagai anggota baru. Nn.Sitma akan menjadi anggota inti, tapi sebelum itu ia akan melakukan rotasi pekerjaan. Ia akan belajar di setiap divisi dalam 2 minggu ini. Hari ini cukup, sampai bertemu minggu depan.” Kare menutup rapat seperti biasa, dahulu setiap Kare terburu-buru menutup rapat mingguan, Zlo selalu membuka sesi setelah Kare menutupnya, tapi karena Zlo tidak ada di sini, maka rapat ini benar-benar selesai. Semua perwakilan divisi kembali ke tempatnya masing-masing. Sam dan Sitma mengikuti kemana Kare pergi, keluarnya Zlo dari misi ini adalah sesuatu yang mengejutkan bagi mereka. “Kare!” Sam memanggil Kare yang langkahnya semakin cepat. Saat mendenga suara itu, Kare berhenti. “Ada apa?” “Apa kau yakin Zlo keluar dari misi ini?” Sam bertanya dan dijawab anggukan oleh Kare. “Apa ia mengatakannya langsung?” Pertanyaan kedua kedua yang dilontarkan Sam. “Ya ia mengatakannya langsung. Kemarin Zlo datang untuk mengemasi barang pribadinya dan memberikan semua data miliknya. Kenapa?” Kare menjelaskan dengan mimik yang biasa saja, sungguh berbeda dengan perasaan sedih dan gelisah yang sedang bergejolak dalam dirinya. “Tunggu, kemarin? Kemarin dia datang ke sini?” Sam heran, ia mondar mandir kecil sambil mencoba untuk menghentikan kebingunngannya. “Kenapa? Kenapa dia tidak memberiku kabar?” Sam masih mempertanyakan alasan Zlo tidak mengabarinya. “Sam, aku tidak tahu apa alasannya, jadi tolong berhenti untuk menanyakan hal seperti itu kepadaku, aku tidak punya banyak waktu” Kare meninggalkan kedua temannya itu dengan cepat. “Hei Sam, kau harusnya coba untuk lebih memahami Zlo. Lihat Kare sekarang, ini pasti tidak mudah untuknya menanggung beban yang biasanya dipikul berdua menjadi sendirian. Lagi pula pasti Zlo juga sangat sulit untuk datang kesini karena kesibukannya dan ingat camp ini sifatnya rahasia. Ia pasti terburu-buru karena memakai alasan lain untuk datang kesini agar tidak diketahui media.” Sitma menenangkan Sam. Mereka berdua akhirnya pulang ke kamar masing-masing. Sam’s Point of View Minggu-minggu ini memang hari yang cukup berat, dari misi penangkapan Anaro hingga keluarnya Zlo dari misi merupakan sebuah masalah berangkai. Aku tidak tahu mengapa aku justru sedih saat sahabatku sendiri akhirnya mencapai cita-citanya. Zlo muda adalah laki-laki yang tidak cukup percaya diri. Anak angkat dari adik Mr. Ekuador selalu menjadi bayang-bayangnya. Ia selalu dicap sebagai anak yang terlalu beruntung, karena diangkat oleh keluarga yang kaya raya. Perjalanan pendidikan Zlo yang sangat mulus juga tidak lepas dari cibiran banyak orang, semua berprasangka jika Zlo dapat mencapai itu semua lewat jalur harta atau bahkan kekuasaan yang dimiliki keluarganya. Hingga sampai di dunia kerja, ambisinya semakin tinggi, ia tidak mau lagi hidup di bawah bayang-bayang keluarganya. Ia melakukan semuanya sendiri dari level terendah sampai saat ini, ia dikenal dengan pria yang membangun kesuksesannya sendiri. Untuk segala penat yang hinggap di kepala ku, aku memutuskan untuk berbaring diatas sofa. Tidak tahu kenapa, berbaring di sofa memberikan ku banyak energi. Aku terlentang dengan kaki lurus dan menopang satu sama lain. Tidak lupa melipat kedua tanganku kebelakang untuk dijadikan bantal sementara.             “Hmm, semua sudah terjadi. Apa yang harus aku lakukan?” Itu yang selalu muncul dalam benakku. Tak tahu kenapa, saat Zlo keluar rasanya tubuhku juga tidak ada di sini, semangatku, seperti hilang. Mungkin karena dulu dia yang mengajakku dan dari awal aku memulai bersama Zlo dan Kare jadi hal ini membuatku sedikit canggung. Jika aku saja merasakan kekosongan ini, aku yakin Kare merasakan ini lebih hebat lagi. Ku pandangi setiap sudut ruangan kamarku, melihat beberapa foto lamaku dengan Zlo hingga foto Zlo dan Kare yang kuambil diam-diam setiap kita sedang bertiga. Apakah misi ini akan selesai dengan baik jika salah satu diantara kami pergi? Ah sudahlah aku tidak bisa berhenti memikirkan ini. Aku memutuskan untuk memejamkan mataku sejenak, untuk membayangkan sesuatu yang indah atau sekedar menikmati kegelapan yang hampa dan sunyi. Ya, tidur memang cukup membantuku untuk meredam atau melupakan sesuatu. Ku tarik nafasku perlahan dalam-dalam, merasakan setiap udara yang hirup dan hembuskan, ku lakukan beberapa kali sampai impuls di jantungku melakukannya secara autopilot. Jika ku bilang tujuanku tadi untuk bermimpi indah, hal itu benar terjadi. Aku memimpikan Hobit! Anjing kecil itu berlari kegirangan di suatu taman hijau dan penuh dengan bunga, ia menghampiriku. Beberapa air mancur juga terlihat dan mengeluarkan suara gemercik air yang indah. Mimpi ini luar biasa indah. --- Akhirnya aku terbangun dari mimpi itu. Hobit, aku sangat merindukannya. Sebentar, Hobit?! Astaga kenapa aku bisa melupakan itu?! Di mana Hobit sekarang? Sial, ternyata masih ada satu hal lagi yang harus aku selesaikan. Mataku yang masih menatap langit-langit langsung merubah arah ke sebuah tembok yang di dalamnya adalah tempat penyimpanan baju (lemari pakaian). Bangun dan langsung mengambil kotak yang berisi segala perlengkapan Hobit, karena cryptex itu kusimpan di dalam sana. Aku menyimpan kotak itu di atas meja dan membukanya, untuk mengambil cryptex. Mau tidak mau aku harus coba membukanya, ini satu-satunya petunjuk yang bisa ku pakai untuk menemukan Hobit. Walaupun alat ini mempunyai tingkat keamanan hingga 26 pangkat 6 kombinasi atau 308.915.776 kombinasi huruf yang mungkin saja terjadi, tapi mereka tidak punya batas jumlah kombinasi yang salah. Aku harus tetap mecoba walaupun harus sampai 308.915.776 kali percobaan. Aku terus memikirkan, apa enam huruf yang kemungkinan menjadi kombinasi kunci cryptex ini? Ayo Sam pikirkan dengan baik..  ah aku coba dengan saja dulu dengan tanggal lahirku. Aku lahir di pada December, 11. December, tidak tidak bulan itu terdiri dari 8 huruf.  Mungkin 11? Mungkin, mungkin. Ku coba memutar cakram hurufnya satu persatu hingga membentuk kata E L E V E N. Tapi tidak terbuka. Apa lagi ya yang berkaitan dengaku yang terdiri dari 6 huruf? Astaga! December kan bulan ke 12! Mungkin kuncinya adalah T W E L V E? Akan ku coba! Aku memutarnya dengan perlahan kali ini, siapa tau karena sudah lama tidak digunakan cryptex ini kesenstifannya berkurang. Sayangnya masih belum terbuka. Padahal aku sudah sangat yakin bahwa cakram itu sudah membentuk kata yang benar. Atau ap aini ada hubungannya dengan kejadian janggal di Feekuy ini? Atau sebenarnya ini ada hubungan dengan misi ini? Aku mencoba semua kata dimulai dari I E D H L A, F E E K U Y, hingga P O R T A L tapi tetap tidak bisa terbuka. Lalu jika ini bukan tentang diriku, tentang siapa lagi? Otakku mulai panas saat mencoba untuk memecahkan sandi ini. Huft, aku tidak boleh menyerah. Terus memikirkan apa kira-kira kombinasi huruf yang digunakan untuk membuka cryptex sambil mengenang anjing kesayanganku Hobit. Aku melihat-lihat kembali semua barang yang ada di dalam boks itu, ada beberapa mainan, baju hingga aksesoris yang biasa digunakan Hobit untuk bermain. Sampai pada dasar boks, aku menemukan surat adopsi Hobit. Sebenarnya ada cerita lucu di balik ini semua, dahulu nama Hobit bukanlah H O B I T, melainkan H O B B I T. Karena pemilik shelter melihat Hobit seperti kurcaci dengan ukuran tubuhnya yang mungil. Tapi karena aku tidak mau namanya seperti sebuah bentuk atau makhluk mitologi, aku menggantinya jadi H O B I T dengan satu B. Aku tertawa saat mengingat kejadian itu sampai aku sadar kalau mungkin saja kombinasi huruf yang diminta adalah H O B B I T dengan dua B? Apa mereka memeriksa nama anjingku dari tempat adopsinya dan malah menemukan nama yang salah itu? Aku akan segera memeriksanya melalui internet. Membuka mesin pencarian di tab dengan kata kunci “Dog shelter in Disep” ternyata ada beberapa tempat adopsi anjing yang muncul. Aku membuka situs itu satu persatu dan menemukan berkas milik Hobit. Benar saja pada setiap situs adopsi anjing terdapat data anjing yang sudah diadopsi termasuk dengan nama pemilik barunya, yaitu aku. Dalam situs ini juga nama Hobit masih menggunakan nama lamanya dengan dua huruf B. Aku semakin yakin jika kombinasi huruf yang dimaksud adalah nama Hobit. Apalagi penculikan Hobit yang bersamaan atau dibuat satu plot oleh orang di balik ini, semakin meyakinkanku. Kembali, aku memutar cakram itu satu persatu membentuk kata H O B B I T. Ckrek Benar! Mereka menggunakan nama Hobit yang salah itu hahaha. Apa sebenarnya mereka tidak mau terlalu membuatku susah ya? Hanya aku saja yang tidak terpikirkan hal itu. Aku membuka tabung itu dan mengambil secarik kertas tipis di dalamnya. Aku mengedipkan mataku dua kali, mencoba agar tulisan itu dapat terbaca dengan jelas, tapi percuma. Sekarang giliran kacamata yang akan membantuku untuk membaca ini, tapi tetap tidak jelas. Ternyata semua masalah ini bukan datang dari mataku, namun tulisan di dalamnya. Sungguh ini sebuah chipper lainnya. Kenapa mereka melakukannya dengan sangat tertutup? Aku sama sekali tidak mengerti harus bagaimana untuk menemukan jawaban atau arti dari pesan ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN