“Michael ... aku ... .” Michael menarik wajahnya kemudian tersenyum setelah melihat wajah Milla yang pucat pasi. “Kau seperti ketahuan sedang mencuri saja Milla.” Ujarnya kemudian mengusak surai perempuan itu dengan lembut. “Tidak! Aku tidak mencuri! Aku hanya melihat fotomu! Memangnya salah?!” seru Milla tak terima. Michael menyunggingkan senyuman di bibirnya. “Jika ada yang nyata di depanmu, mengapa kau lebih memilih melihat fotonya saja? Hm?” Michael semakin menghimpit Milla hingga punggung perempuan itu membentur dinding. “Sekarang ... aku ingin menagih jatahku.” Mata Milla mengerjap, lalu berujar dengan gugup. “A ... apa?” Jari Michael terangkat lalu menepuk bibirnya beberapa kali sebelum memejamkan mata. “Kau sudah berjanji akan memberikanku ciuman.” “Tidak! Kapan? Aku tidak pe

