Hana tersenyum kecil kala netranya menangkap wajah serius James yang sedang sibuk menjelaskan proposal event sekolah mereka kepada anak-anak OSIS. Dia tidak bisa untuk tidak merona saat hatinya selalu berdebar karena senyum menawan pria itu. Gadis malang tersebut cuma bisa menatapnya dari jauh dan tidak bisa mendengarkan suara James yang sangat dia rindukan. Hana sedang dimabuk asmara hanya bisa senyum-senyum membuat Ines yang duduk di sebelahnya mendengkus tak suka mengikuti arah pandangnya. “Liatin apa sih, Hana? Ada yang lebih menarik dari pembicaraan kita?” Dengan cepat, Ines merubah intonasi suaranya menjadi menggodai bersamaan ekspresi wajah jailnya. Hana menoleh lalu menyengir kecil. “Hehe, enggak ada kok,” jawabnya kembali mengalihkan pandangannya terhadap James, dia tidak ing

