Hana melirik James yang sangat tenang hari ini. Pertemuan mereka di perpustakaan saat ini adalah sebuah takdir. Mungkin? Entahlah, Hana sedikit meragukannya. Sebab, gadis itu dengan semangat tinggi bahkan meninggalkan Ines yang di panti untuk ke perpustakaan demi mengadu nasib apakah dirinya bertemu dengan James atau tidak. Hana sangat berusaha mendekati James. Ini kali pertamanya ia sangat meminginkan seseorang ada di depan matanya Kemarin, dia mendengar percakapan kakak kelasnya itu jika minggu ini ingin mencari bahan referensi tugasnya. Dan Hana, ingin mengikutinya. Saat ini dia duduk di hadapan James dengan beberapa buku kimia menjadi temannya. Dengan hati berbunga-bunga, Hana menatap deretan angka-angka pada buku yang dia pegang.Tapi otaknya melayang mengenang wajah tamoan pemuda y

