15. Kekecewaan Hana

1639 Kata

Peristiwa yang terjadi membawa Hana pada sebuah ingatan di masa lalu. Entah bagaimana ia mendapat kekuatan untuk berteriak, meski pada akhirnya ia lemas dan terjatuh. Flashback on. “Malam ini kita jadi jalan, ‘kan?” Ines menyeletuk di seberang telepon. Hana yang sedang membantu ibu angkatnya menanam bunga di halaman itu membalas dengan kekehan. “Kamu itu! Udah berapa kali kamu nanya? Iya, Ines, kita jalan malam ini.” Kalimat terakhir ia tekankan. “Aku cuma mau ngingetin, barangkali kamu lupa, Na.” Ines balas tertawa kecil. “Kamu mau jalan? Sama siapa?” Alvian yang sedang memegang pot bunga matahari itu mendadak mendekatkan telinganya pada ponsel Hana. “Ih, Kak Vian!” Hana yang terkejut memekik, hampir-hampir dirinya terjungkal kalau saja tidak segera dipegangi oleh kakaknya. “Heh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN