Asumsi

236 Kata

Dengan berat hati ia mengusir putranya dari segala kehidupannya. Bahkan anak itu tak lagi mendapatkan posisi di dalam hatinya. Jalan ini ia ambil dengan kemarahan, ia tak peduli meskipun ia kehilangan putra satu-satunya, pewaris tunggal keluarga Ardonio. Egonya mengalahkan segalanya, menghancurkan keluarga satu-satunya. Hancur! Bak badai petir yang menghantam pasir. Vivek berbalik meninggalkan 'mantan' anaknya yang masih mematung. Dave pun hanya memiringkan senyumnya menyaksikan 'mantan' ayahnya pergi dengan mobil mewahnya. Dengan segudang rasa kekecewaan yang membekas lekat di raut wajah Dave. ~Flash back mode off~ (Kembali ke setting kisah masa sekarang, di sebuah rumah sakit) Dave membuka mata, meninggalkan kenangan masa lalu yang suram bahkan mengerikan bagai empedu dalam nasi. Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN