Vallen menutup buku dongengnya rapat-rapat. "Sekarang aku sudah selesai baca, lantas mana setannya?" Pria itu mengamati langit-langit kamarnya. "Woyy setan!! Ke mana lo ga nongol-nongol!" teriaknya meremehkan. "Ah, bulshit ah mereka semua. Buktinya gue nggak kenapa-kenapa sekarang!" Ting Tung … Suara bel rumah mengagetkan Rio. Ting Tung … "Oh iya, yang di rumah kan hanya gue saja, ayah sama paman lagi ada pekerjaan di luar kota," gumam Vallen. Lantas, pria itu beringsut dari ranjangnya. "Lagian siapa sih malam-malam begini pake bertamu segala. Kayak nggak ada hari lain saja!" Vallen membanting buku dongengnya di atas ranjang, kemudian ia mulai melangkah menuju pintu kamar. Dibukalah pintu kamarnya itu, dan Rio menonjolkan tubuhnya keluar. Pria itu menaiki tangga dengan santai,
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


