Ketegangan

380 Kata
"Diem lo!" kata Lydia kesal. "Gue tadi habis bertarung sama banyak manusia serigala," ujarnya menjawab pertanyaan Arjun. "Tapi lo baik-baik saja kan?" "Gue ok, kok!" "Teresa kenapa belum sampai sini?" tanya Jay mengalih perhatian mereka dari Sammy. "Coba panggil lagi!" usul. "Teresa! Lo di mana?!" Jay berteriak. "Jay! Gue hampir sampai. Di banyak kabut!" sahut Annie lantang. Kemudian mereka semua menoleh ke arah barat. Ada kabut lumayan tebal di sana. Mereka terus menatap kabut itu dan berharap ada seseorang yang keluar dari sana. Benar, akhirnya tampak siluet Annie yang berlari dari sana. Teresa yang melihat teman-temannya berkumpul merasa senang. Mereka semua masih lengkap, itu berarti tidak ada yang terjadi di dongeng tadi. Betapa gembiranya Annie, akhirnya akan bertemu mereka lagi. Namun, belum sampai ia mencapai teman-temannya itu, tiba-tiba buku dongengnya bersinar sekaligus bergerak membuat tangannya ikut gemetar. Teresa menghentikan langkahnya. Teman-temannya menatapnya heran. Lalu Annie membuka buku dongeng itu. Tulisan baru muncul dengan noda darah, merupakan lanjutan dari dongeng tadi. Teresa tertegun dan membacanya. "Setelah keajaiban batu bulan terjadi, sayangnya kabar duka harus mereka terima. Salah satu dari mereka akan mati. Yaitu Terence!" Setelah membaca itu Annie langsung menatap teman-temannya dengan mata melotot dan jantung berdebar. Masalahnya, dia tidak tahu di antara enam temannya itu siapa yang berperan menjadi Terence. "Siapa Terence?" Maya mulai panik. Lalu ia mulai berpikir. "Ratu Clarion dan Raja Milori adalah sepasang kekasih, itu artinya mereka ada Alex dan Maya. Lalu tokoh ada dua tokoh perempuan lagi. Tinkerbell dan Silvermist, itu artinya antara aku dan Veronica. Sekarang, masih ada tokoh Terence, Kapten Hook, dan Peter Pan. Itu mereka ada di antara Nichole, Sammy, dan juga Jay. Tapi siapa yang menjadi tokoh Terence?" Annie kebingungan. "Ann, lo nggak apa-apa kan?" tanya Jay setelah melihat Annie yang masih berdiri di tempat. "Apakah Jay yang menjadi tokoh Terence?" tebak Annie. Lalu ia mulai berlari ke arah Jay. Namun, tiba-tiba sosok bertubuh bungkuk dan berambut putih berdiri di belakang Nichole. Annie tertegun melihatnya. Apalagi saat tangan sosok itu yang memiliki kuku panjang hendak mendekap Nichole dari belakang. "Itu artinya … Nichole adalah Terence?" gumam Annie. Lalu, ia berlari cepat ke arah Nichole seraya berteriak. "Nichole di belakangmu!!!" Srett… Tangan dengan kuku yang panjang itu mulai menarik kaki Nichole dan membuatnya terjatuh. Tubuh Nichole terseret ke belakang membuat teman-temannya panik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN