bc

Cinta Saudara Angkat

book_age4+
54
IKUTI
1K
BACA
sweet
like
intro-logo
Uraian

Cinta tidak bisa memilih kepada siapa dia akan menetap. Begitu juga antara sepasang saudara angkat. Mereka juga gak bisa memilih kepada siapa hati mereka berlabuh.

Mereka juga tidak pernah tau mau di lahirkan dari keluarga siapa dan dari rahim ibu siapa. Karna semua itu mutlak dari Allah SWT yang menentukan. Kita hanya menjalankan takdir itu dengan sebaik baiknya. Seperti Zaki yang tidak pernah tau mau di lahirkan dan di besarkan dari keluarga bagaimana. Sehingga dia bisa bertemu dengan orang tua angkat yang sangat baik terhadap dia dan keluarganya.

Zaki di sekolah kan hingga dia menjadi sarjana dan mendapatkan pekerjaan. Selama dia tinggal di rumah orang tua angkatnya, dia selalu antar jemput sekolah adiknya Mela. Semenjak selalu mengantar jemput Mela, Zaki merasakan debaran aneh di jantungnya. Setiap berdekatan dengan Mela dia merasa ada yang beda di hatinya. Sampai dia selesai kuliah dan kembali lagi ke daerahnya, Zaki merasakan ada yang hilang yang dia rasakan. Dia merasakan perasaan hampa dan kosong, terlebih lagi dia merasakan rasa rindu yang teramat sangat. Zaki pun mulai menyakinkan bahwa dia mulai merasakan rasa sayang yang lebih dari seorang adik untuk Mela.

Apakah perasaan Zaki akan berbalas? Apakah Zaki akan mendapatkan izin dan restu dari orang tua angkatnya untuk memiliki hubungan dengan Mela?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1
Awalnya aku bingung hubungan seperti apa sebenarnya antara mama dan mas ku. Semakin lama aku semakin tau klo mama adalah mama angkat mas ku. Mas ku dari kecil tinggal di Jawa bersama si Mbah. Aku dan keluarga ku juga gak bisa setiap tahun berkunjung ke sana. Karena kami sekeluarga tinggal di luar pulau, jadi butuh biaya yang besar untuk ke sana sekeluarga. Sampai akhirnya tiba kami sekeluarga ke Jawa untuk mengunjungi si Mbah, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Di sana baru lah aku tau klo mas ku itu masih ada orang tua dan aku taunya juga di kasih tau sama adik sepupu ku Eka waktu itu kita lagi ngabuburit. Aku gak tau kalau mas Zaki masih punya orang tua, yang aku kira selama ini mas Zaki sudah gak ada orang tua lagi. Karna mas Zaki selalu tinggal di rumah si Mbah dan menemani si Mbah setiap hari. Makanya aku kaget ketika di kasih tau tentang mas Zaki. " Mba ini rumah orang tua mas Zaki." kata Eka tiba tiba sambil menunjuk ke arah rumah warna biru di sebelah kanan " Serius ini rumahnya orang tua mas Zaki." kata ku kaget " Iy ini rumahnya." kata Eka " Hmm.." kata ku sambil menganggukkan kepala sambil melihat ke arah rumah orang tua mas Zaki Setelah melewati rumah orang tua mas Zaki, kemudian kami melanjutkan keliling pantai, melihat lihat hingga mendekati waktu buka puasa. Mendekati waktu buka, kami pun beranjak pulang ke rumah dengan kecepatan sedang karna jalanan sangat rame. Selama di sana gak ada perubahan yang aku lihat. Sikap mas Zaki masih sama seperti mas dan adik nya. Setelah lebaran kami sekeluarga pun pamit pulang. Karena waktunya aku, Abang dan adik ku untuk sekolah dan papa ku untuk bekerja. Setalah beberapa tahun selesai mas Zaki lulus sekolah, mas Zaki tiba-tiba datang ke kota X tempat aku dan keluarga tinggal. Dari yang aku dengar dari mama, katanya mas Zaki akan melanjutkan kuliah di sini. Selama mas Zaki tinggal di sini, aku hampir selalu di antar jemput sama mas Zaki klo mas Zaki gak kuliah terkadang pergi dan pulang sendiri. Aku yang waktu itu masih duduk di SD, ya dengan senang hati di antar jemput. Karena uang jajan masih utuh, masih bisa di tabung. Selama mas Zaki kuliah di sini, kami pun masih seperti biasa. Sampai akhirnya mas Zaki menyelesaikan kuliahnya. Yang pada saat itu aku sudah duduk di kelas 2 SMP. Mas Zaki pun memilih pulang ke Jawa untuk mencari pekerjaan di sana sekaligus menemani si Mbah. Setahun kemudian mas Zaki datang ke kota X untuk menjemput aku, mama dan adik ku untuk ke jawa. Karena papa belum bisa ikut, jadi papa akan menyusul. Selama di perjalanan, aku merasa mas Zaki berubah. Mas Zaki yang dulu aku kenal gak pernah seperhatian ini. Tapi sekarang lebih perhatian, bukan seperti mas dan adiknya. Tapi seperti perhatian seorang pria ke seorang wanita yang ingin pendekatan. " Mel, klo gak kuat puasa di batalin aja." kata mas Zaki melihat ke arah ku yang kebetulan aku duduk di pinggir dekat mas Zaki " Masih kuat kok mas, kan belum jauh juga perjalanannya. Baru juga berapa menit busnya jalan. Nanti klo gak kuat di batalin mas." kata ku sambil melihat mas Zaki " Ya sudah klo gitu, di pakai istirahat aja klo gitu biar gak pusing kepalanya. Di pakai tidur aja biar puasanya tahan." kata mas Zaki perhatian " Kenapa Mel ? Sudah gak kuat puasanya." kata mama melihat ke arah ku " Masih kuat kok ma. Ini mas Zaki bilang klo gak kuat di batalin aja puasanya, gak usah di tahan." kata ku " Iy klo gak kuat di batalin aja, karena kan perjalanannya jauh 3 hari 2 malam. Klo di tahan untuk puasa nanti malah sakit." kata mas Zaki menimpali obrolan aku dan mama " Iy bener itu kata mas mu." kata mama membenarkan " Iy ma, mas. Nanti klo gak kuat aku batalin." kata ku sambil senyum Selama diperjalanan, mas Zaki selalu perhatian dan selalu melirik lirik ke arah ku. Aku hanya diam dan pura-pura masa bodo. Selama menempuh perjalanan yang jauh, akhirnya kami sampai di rumah si Mbah dan aku pun bisa beristirahat. Selama di rumah si Mbah, mas Zaki selalu perhatiin aku. Pada waktu aku lagi menjemur baju, mas Zaki berdiri di depan pintu sambil perhatiin aku. Aku yang merasa klo ada yang lihatin, aku pun melihat ke arah pintu. Mata kami pun saling bertemu. Selama beberapa detik, akhirnya aku pun mengalihkan pandangan ke arah lain dan merasakan perasaan asing yang masuk ke dalam hati. Semenjak kejadian itu, aku pun mulai menghindar. Takut perasaan itu makin kuat ku rasa, sedangkan aku gak tau perasaan seperti apa yang mas Zaki punya untuk ku. Akhirnya lebaran tiba, selesai shalat Id kami semua pergi mengunjungi kerabat. Di hari kedua mas Zaki pergi bersama adik sepupu ku yang bernama Sari. Ada perasaan cemburu yang kurasakan karena kedekatan mereka berdua. Tapi dengan segera ku tepis perasaan itu. Aku takut salah mengartikan perasaan ini dan aku takut kecewa, karena cinta bertepuk sebelah tangan atau orang sering bilang cinta sepihak. Semenjak kejadian itu, aku sering banget mendengar lagu galau. Terkadang lagu yang aku dengar sengaja volumenya aku besarin biar dia tau. Aku gak habis pikir sama sikap ku sendiri. Kenapa sikap aku jadi seperti ini? Setelah melihat dia perhatian juga sama adik sepupu ku itu. Aku merasa frustasi sendiri jadinya. " Aarrggghhh " Kenapa cinta serumit ini? Kenapa rasa cemburu begitu menyiksa? Sesulit inikah yang namanya jatuh cinta. Ini untuk pertama kalinya aku merasakan perasaan ini. Perasaan yang tiba-tiba datang tanpa di undang, perasaan yang tiba-tiba datang tanpa permisi, perasaan yang entah bagaimana caraku mengatakannya. Sesulit inikah mengartikannya, sesulit inikah mengatakan apa yang dirasakan. Kalau tau sesulit dan serumit ini yang namanya jatuh cinta, aku gak mau merasakannya. Tapi perasaan cinta yang kita rasa bukan semata-mata kita yang mau. Perasaan cinta yang kita rasakan itu adalah anugerah yang harus kita terima. Karena perasaan itu murni di berikan oleh Allah untuk kita. Jadi kita gak bisa tau perasaan itu harus kita tuju ke siapa. Gak semudah membalikan telapak tangan kita merasakan perasaan cinta itu. Kita hanya bisa mengendalikan perasaan itu sendiri tanpa bisa mencegah cinta itu berlabuh kepada siapa. Sok bijak banget ya aku, hehehe..

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
62.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook