SELAMAT MEMBACA *** "Queen pokoknya sebel sama Mas." Queen menatap Sakti dengan tatapan permusuhan. Sedangkan Sakti justru tertidur dengan santainya tanpa memperdulikan suara Queen. "Mas kok diam, ini Queen sedang marah lho." "Queen kenapa?" Akhirnya Sakti bangun dengan malasnya. "Queen marah dengan Mas!" "Marah kenapa?" "Pokoknya Queen marah." Sakti tidak menanggapi ucapan Queen, dia justru rebahan dengan santainya. "Mas tau tidak Queen itu mau menikah dengan Mas, tapi kan tidak dadakan dalam semalam kaya korban hamil duluan gini mas. Queen mau foto prewed, Queen mau milih gaun pernikahan yang cantik, Queen mau cetak undangan yang lucu, Queen mau pesta meriah ala ala princess, Queen maunya begitu." Queen mengeluarkan segala uneg- uneg dan keinginannya kepada Sakti, namun ketik

