SELAMAT MEMBACA *** “Mau apa Abang kesini?” Queen berjalan pelan menuruni tangga. Di bawah dia melihat Al bersama calon istrinya yang sempat Queen ingat namanya Deidamia. “Kenapa bicaranya begitu? Abang jelas rindu sama Queen.” Al sudah berdiri bersiap memeluk tubuh adiknya itu. “Queen tidak suka di peluk pacar orang. Pelukan suami Queen sendiri lebih hangat.” Queen mengabaikan Al, dia justru duduk dengan santainya di depan Dei yang sejak tadi duduk dengan diam. “Gayamu Dek, dulu waktu belum ada Mas Sakti kamu apa-apa sama Abang. Sekarang mentang- mentang punya suami kaya Abang kamu campakkan.” Al memberenggut, kemudian kembali duduk disamping Dei. “Queen apa kabar?” Kali ini giliran Dei yang bertanya. “Queen baik. Kakak Dei sendiri apa kabar?” Queen menjawabnya dengan senang

