50. Makan Malam

1469 Kata

Yasmin 48 Malam semakin larut, suasana kota sudah mendekati sunyi. Para pemilik nafas sudah berada di balik selimut tebal di dalam kamar mereka, menikmati waktu malam yang semakin hari semakin dirasa cepat. Takkan ada yang menolak ,jika diberikan tempat peraduan nyaman dalam sentuhan lembut tangan kekar lelaki kesayangan. Seakan tak inging malam ini segera berlalu, membiarkan ia meluapkan rasa rindu yang tak pernah putus. “Kenapa belum tidur?” tanya Jaja pada wanitanya. Lelaki itu membiarkan kepala wanitanya ada di pahanya. Dengan tangan kiri mengusap sayang surai panjangnya, tangan tangan kanan keduanya saling mendekap. “Aku tidak mau tidur, aku taku kalau tidur, nanti kamu pergi lagi,” jawab Yasmin dengan menatap manik coklat milik Jaja. “He he he … saya di sini, Bu. Tidak akan ke m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN