44. Mencari Kontrakan

1591 Kata

Jaja mengamati hiruk pikuk ibu kota dari balik jendela apartemen. Cahaya lampu dari jalan, gedung, dan pantulan sinar bulan, membuat malam minggu bertambah syahdu, karena ditemani rintik hujan yang tak berkesudahan. Di tangannya masih menggenggam erat ponselnya yang dalam keadaan mati. Sejak sore, ia sudah memblokir nomor wanita yang sangat ia cintai. Ia terpaksa melakukannya, Yasmin sudah memilih menikah dengan orang lain, dari pada ikut bersamanya. Maka ia harus mencoba mengikhlaskan walaupun sangat sulit. "Mama mau ke mana?" tanya Jaja saat melihat ibunya sudah berpakaian rapi, hendak keluar kamar. "Makan malam di restoran bawah. Bapak lu ngajakin. Lu ikut ga?" "Nggak deh, Ma. Jaja di sini saja." "Kalau masuk angin, awas aja lu minta kerokin!" ancam Bu Ambar. "Mana bisa makan, Ma.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN