Daylon mendenguskan tawa kecil lalu melirik pada Ara sambil tersenyum miring. “Aku pikir kamu membuat itu untuk Zalikha, hampir saja aku bilang terima kasih sama kamu, Hugo!” ujarnya seraya melangkah memasuki area dapur tersebut. Ara yang tadinya terlihat senang pun langsung terpaku mendengarnya, dia mendelik pada Hugo yang mana lelaki itu spontan menggeleng menepis pandangan curiga dari istrinya itu. “Nggak, aku memang membuatkan itu untuk Ara. Memangnya cuma Zalikha saja suka makanan seperti in!” tukasnya. Daylon tersenyum miring. “Tapi setidaknya kamu harusnya meminta izin dulu sebelumnya!” ujarnya. Hugo yang awalnya merasa malu dan canggung, akhirnya terusik dan tersinggung karenanya. “Apa maksud Uncle? Apa Uncle ingin mengatakan kalau kami tidak bisa seenaknya makan dan minum di

