Rencana Kamelia.

1105 Kata

Menyadari adanya kejanggalan di sini, Hugo segera menarik Ara mendekat padanya. “Sudah, ini Aruna cepat kamu bersihkan dia dulu, sudah ngantuk, nih!” ujarnya seraya menyerahkan Aruna pada Ara. Ara cemberut, tapi dia menurut juga. Dia berpamitan dulu pada Aksa untuk pergi ke kamar. Aksa merasa lega karenanya, untuk pertama kalinya dia berterima kasih pada Hugo karena sudah membantunya menghindar dari situasi canggung tadi. “Ya sudah, kalau begitu Ayah juga pamit. Senang melihat kamu sudah membaik, Sayang!” katanya seraya mengusap rambut Zalikha. Zalikha pun mengangguk seraya tersenyum. “Ayah juga sehat-sehat, ya!” balasnya. Aksa mengiyakan. Hugo mencium tangan mertuanya itu sebelum kemudian Daylon dan Zalikha mengantar Aksa ke teras depan, berdiri dan melambai padanya hingga mobil A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN