Tidak Bisa Berbohong.

1105 Kata

Aksa pulang dengan membawa oleh-oleh makanan manis serta buah-buahan segar untuk Kamelia, istrinya itu terlihat senang menyambutnya. Tapi dia lalu menurunkan oleh-oleh dari Aksa dan serta merta melompat memeluknya. “Astaga! Hati-hati, Sayang!” gelak Aksa seraya sigap memeluk istrinya itu. Kamelia malah tertawa karenanya, sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Aksa dengan manja. “Aku kangen, kamu pergi begitu saja dan membiarkan aku bangun kesiangan!” omelnya dengan nada merajuk. Aksa tertawa, dia lalu mengangkat tubuh Kamelia dan membawanya masuk ke rumah. Kamelia pun tertawa kecil sambil membantu menutup pintu dan menguncinya. “Takutnya terjadi sesuatu dan kita lupa mengunci pintu!” ujarnya terkekeh ketika Aksa menatapnya dengan penuh tanya, namun kemudian tertawa terbahak-baha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN