Zalikha yang sadar sudah terbawa emosi, hanya diam memejamkan mata. Dia ingin menangis lagi. “Mas–” “Sst, nggak apa-apa!” tukas Daylon membelai punggung istrinya dengan sayang untuk menenangkannya. Dia membujuk Zalikha untuk akhirnya berjalan bersama menuju kedai makanan itu, dan mengambil pesanan mereka. “Sumpah aku kayak jadi anak manja begini!” pekik Zalikha dalam hati. Loki dan kawan-kawannya yang lain hanya bisa mundur, sambil tetap berjaga mengawasi dari jauh sesuai isyarat perintah dari Daylon. Saling melempar senyum melihat bosnya kelimpungan menghadapi istrinya yang sedang hamil muda itu. Di sebuah restoran tak jauh dari area jajanan itu, tampak Hugo dan Viktor sedang duduk setelah menikmati makan siang mereka yang sebenarnya terlambat itu. “Jadi, nanti kau bisa berinvesta

