Daylon melangkah santai menuju dapur, namun ketika langkahnya melewati lorong di mana kamar Hugo dan Ara berada, telinganya mendengar suara teriakan nyaring dari arah sana. Dia pun menghentikan langkahnya, serta menajamkan telinganya. Namun baru saja dia berhenti, terdengar suara pintu terbuka dengan kasar disertai suara Ara yang berteriak nyaring. “Pokoknya aku juga mau pindah ke sini juga!” Hugo yang rupanya keluar dari kamar itu, mendengus mendengarnya. Dia menutup pintu dan membiarkan Ara uring-uringan sendirian di kamar mandi sana. “Astaga, kepalaku mau pecah rasanya!” keluh Hugo sambil menutup pintu. Tapi ketika dia hendak melangkah, dia dikagetkan dengan adanya Daylon yang tengah berdiri bersandar di dinding dengan santai sambil tersenyum miring ke arahnya. “Suara istrimu itu

