Rasa Bersalah Aksa

1074 Kata

Kamelia merasa gelisah dalam tidurnya, dia tampak berkeringat dengan kening yang sesekali berkerut dalam seolah sedang menahan sakit. Dia mimpi buruk dan itu membuatnya langsung terjaga. Terbangun dengan mata terbelalak lebar dan nafas tersengal. “Astaghfirullah! Mimpi apa itu!” desahnya. Rasa cemas merayapi benaknya, dia melirik ke samping dimana sisi ranjangnya masih kosong. Aksa masih belum pulang, padahal ini sudah lewat tengah malam. Kamelia pikir lelaki itu akan pulang dan ada begitu dia terbangun, tapi hingga jam menunjukkan pukul 1 malam begini, suaminya itu masih belum ada kabar. “Kamu di mana, Mas? Kenapa masih belum pulang juga!” desahnya lagi. Kamelia beranjak turun dari ranjang, perlahan kakinya menapaki lantai dengan hati-hati. Perut besarnya membuatnya semakin kesulitan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN