Kamelia Hamil.

1125 Kata

Ketika membuka mata, Kamelia sudah berada di atas tempat tidur dengan Aksa yang duduk menemani di sampingnya. “Mas? Aku kenapa?” ucapnya sambil meringis memegangi kepalanya yang masih terasa pusing. Aksa tak langsung menjawab, dia merangkul bahu Kamelia dan membuatnya untuk duduk bersandar. Digenggamnya tangan Kamelia dan menciumnya dengan lembut dan mesra. “Terima kasih, Sayang, kamu sudah berjuang hingga saat ini. Kamu adalah calon ibu yang luar biasa bagi anak kita!” ucapnya. Sebentar Kamelia tak sadar dengan ucapan Aksa, keningnya berkerut dalam seolah tengah mencerna kalimat itu lebih dulu. Namun, tak lama kemudian, matanya membelalak lebar dan dengan ekspresi terkejut tak percaya. “Mas,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Aksa mengangguk dan tersenyum. “Ya, Sayang, kamu positif

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN