"buat apa kamu bertemu nisa? " tanya jay dengan wajah marah
"tidak ada jay aku cuma duduk mampir" jawab wahyu dengan rasa takut
"gk usah bohong kamu, aku tau kamu suka kan sama nisa" ujar jay dengan nada keras
wahyu yang takut langsung pergi meninggalkan jay, karna dia tau jay sudah tidak sadar karna pengaruh minuman alkhol yang dia minum.
jay yang setengah sadar membiarkan wahyu pergi, dan melanjutkan minum alkohol tersebut.
jam sudah menunjukan pukul 10 malam
nisa bersiap untuk pergi,karna dia disuruh untuk. membeli rokok oleh ayahnya.
karna iwan telah tidur jadi terpaksa nisa yang harus keluar untuk membelikan ayahnya rokok.
karna ayahnya sedang membenarkan TV yang rusak di rumahnya.
di tengah perjalanan dia bertemu dengan jay, dia tidak tau kalau jay sedang mabuk.
dia pun menghampiri jay yang duduk di pinggir jalan.
dia tidak takut menghampiri jay karna dia kenal dengan nya.
"kamu ngapain jay malam² di tempat sesepi ini? " tanya nisa sambil melihat sekeliling nya yang sunyi
jay yang tidak sadar langsung mengambik tangan kiri nisa, kemudian mbawa nisa ke kebun sepi yang ada di sawah.
nisa kaget
"kamu mau bawa aku ke mana jay" ucap nisa dengan keras
jay kemudian menutup mulut nisa dengan tangan kanan nya.
dane membawa nisa ke kebun sepi itu.
nisa yang tidak bisa bernafas karna hidung dan mulut nya ditutupu tangan jay.
kemudian dia melepas nisa di kebun sepi itu, nisa yang kelelahan karna tidak bisa bernafas.
hanya terbaring lemah di kebun itu.
"apa yang kau lakukan jay, huk huk " tanya nisa sambil batuk
jay yang di penuhi nafsu dan rasa kecewa, membuka pakaian nisa dengan merobek nya.
"jayyyyy apaaa yang mau kau lakukannn" teriak nisa
karna hari sudah malam dan tidak ada rumah dekat kebun itu.
jadi tidak ada orang yang mendengar teriakannya
"srekkk srekkk" suara sobekan pakaian nisa
nisa yang lemas tidak bisa berbuat apa² sambil menangis, dia melihat sekujur tubuhnya sudah telanjang
dia pun menangis tak henti².
suara tangisan nisa sudah tidak terlihat, karna dia lelah menangis seluruh badannya lemas.
"ahhhhhhhhhh sakitttt " teriak nisa yang dimasukan sesuatu di kelaminnya
"ayahhhhhh tolongggg" ucap nisa dengan teriakan lemas
jay yang tidak sadar terus menyetubuhi nisa, tanpa rasa kasian.
dia tidak peduli dengan nisa karna dia, sudah merasa di kecewakan oleh nisa.
nisa yang tak berdaya, pasrah melihat jay yang menyetubuhi dirinya. rasa sakit yang dirasakan nisa karna pertama kalinya, dimasukan burung milik jay.
dia terus menangis menahan sakit yang dirasakannya, dia tidak menyangka lelaki yang sering dia temui di masjid, melakukan hal b***t seperti itu.
nisa terus mengeluarkan airmatanya, sampai tidak sadarkan diri.
jay yang dipenuhi nafsu tidak henti² menggenjot kelamin nisa.
jay tidak sadar bahwa dia telah di puncak kenikmatan, sampai dia lupa dia sedang tidak menggunakan pengaman.
"ahhhhhhhhhh" suara yang keluar dari mulut jay sambil mengeluarkan m**i nya di dalam kelamin nisa.
jay yang merasa puas telah menyetubuhi nisa, terbaring lemah di atas badan nisa.
dia telah menikmati badan orang yang dia cintai.
tak terasa jam sudah menunjukan pukul 11 malam.
ibu dan ayah nisa cemas karna sudah satu jam lebih nisa pergi membeli rokok untuk ayahnya.
dengan perasaan cemas ibu dan ayah nisa pergi untuk mencari nisa, karna mereka takut terjadi sesuatu kepada putri kesayangannya.
satu jam dia mencari putrinya tidak kunjung ketemu.
ayahnya berpikir putri kesayangan nya, mungkin sedang di rumah temannya.
akan tetapi ibu nya merasa terjadi sesuatu kepada putri kesayangannya.
dengan rasa cemas ibu nisa pun meminta ayah nisa untuk menghubungi teman nisa.
"coba hubungi teman nisa yah" ucap Ibu nisa dengan nada cemas
"siapa yang mau aku hubungi, aku tidak mengetahui nomor handphone temannya" jawab ayahnya
mereka berdua bingung harus mencari putri mereka kemana, karna nisa ketika pergi tidak membawa handphone milik nya.
dengan penuh rasa cemas mereka pulang, untuk melihat,apa nisa sudah pulang.
sesampainya dirumah mereka tidak menemukan nisa.
rasa khawatir semakin terlihat dari raut wajah ibu nya, karna putri kesayangannya tidak kunjung pulang.
nisa dan jay terbaring lemas di kebun, karna mereka kelelahan setelah berhubungan intim.
nisa terbangun dan melihat ada jay di atas badannya yang telanjang.
nisa menangis sambil mendorong jay yang lemas, dia tak kuasa melihat badannya di nikmati oleh temannya.
"apa yang kau lakukan anjingggggg" teriak nisa sambil mendorong jay
dia kebingungan harus bagaimana, karna sudah telanjur dia disetubuhi oleh jay.
dia memegang lututnya sambil menangis.
"ehuu ehuuu ehuu" suara tangisan sesaknya
pakaian yang tadinya dia pakai sudah sobek, bagaimana dia harus pulang, tidak mungkin dia pulang dengan keadaaan tidak memakai baju.
dia pun kemudian mengambil celananya, dan memakai sisa pakaian yang belum robek.
hari semakin malam mereka berdua masih berada di kebun, dengan keadaan lemah
jay terbangun dan melihat nisa dengan hanya memakai celana tanpa baju.
jay melihat p******a cantik milik orang yang paling dia cintai.
jay menggerakan tangannya ke p******a nisa.
"plukkkk " suara tamparan
"laki² b******n, kamu telah menodai ku " ucap nisa dengan penuh amarah
"kenapa kamu melakukan ini kepada ku b******n" teriak nisa dengan marah
jay terdiam melihat nisa yang sedang memarahinnya, jay mengambil pakaian nya dan memakainya.
"maaf aku tidak sadar " ucap jay sambil memasang pakaian
"kalau sampai terjadi sesuatu kepadaku, kamu harus bertanggung jawab" ucap nisa dengan rasa marah
jay yang sangat mencintai nisa, sangat senang jika harus menikahi nisa.
karna menikah dengan nisa adalah keinginannya.
"iya aku bakal tanggung jawab kok" ujar jay dengan rasa tidak bersalah
"ayo kita pulang ini sudah larut malam" ucap jay sambil menodongkan tangannya
nisa menepis tangan jay dan berdiri.
"bagaimana aku bisa pulang b******n baju ku kau robek " ucap nisa sambil mendorong jay
nisa kebingungan dia tidak tau harus melakukan apa, dia tidak bisa pulang karna sebagian pakaiannya di robek oleh jay.
dia tidak ingin orang tuannya tau, kalau dirinya sudah di nodai oleh laki² yang terlihat suci.
"kamu mau aku bawakan baju bekas ibu ku?" ucap jay sambil melihat air mata nisa yang keluar tanpa henti
dia tidak menjawab tawaran jay, dia terus menangis.
jay kemudian berlari pulang untuk mengambil pakaian bekas ibu nya yang akan dia berikan ke nisa.
tak lama setelah dia pulang dia pun kembali dengan membawa pakaian untuk nisa pakai.
"pakailah ini agar kami bisa pulang" ujar jay sambil memberi pakaian itu
dengan wajah yang marah, dan rasa kecewa terlihat di wajahnya.
dia tidak ada pilihan walaupun dia marah terhadap jay karna telah menodai dirinya.
dia pun mengambil pakaian itu dan memakai nya sambil menangis.
dia kemudian beranjak pulang meninggalkan jay tanpa berbicara sepatah kata.
dari kejauhan jay melihat nisa yang berlari.
"maaf ya nis aku ngelakuin ini karna aku sayang sama kamu" ucap jay dalam hati sambil melihat nisa dari kejauhan
jay kemudian memutuskan untuk pulang, dia pun berjalan dengan pelan meninggalkan kebun tersebut dengan rasa bersalah.
tak lama kemudian nisa sampai ke gerbang rumahnya, dia merasa cemas karna jika dia masuk sudah pasti keluarganya akan menanyakan kemana dia pergi.
dia menghapus air mata nya dan memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumahnya.
dia berjalan perlahan ke pintu rumahnya dengan perasaan takut, dia kemudian membuka pintu rumahnya perlahan sambil mengintip di dalam ada keluarganya atau tidak.
dia tidak melihat ada keluarganya didalam rumah,karna semua keluarganya keluar untuk mencarinya.
dia pun membuka pintu dan masuk kedalam kamarnya tanpa sepengetahuan keluarganya.
dia pun langsung mengganti pakainnya, agar keluarganya tidak curiga.
tak lama setelah dia mengganti pakaian, dia mendengar suara pintu rumah nya yang di buka.
keluarga nya pulang, untuk melihat apakah nisa sudah pulang, ibunya yang cemas pun bergegas ke kamar nisa.
dia membuka pintu kamar nisa, dan melihat nisa yang terbaring di kamar tidurnya.
"yah nisa dikamar " teriak kecil ibunya yang senang anak kesayangannya pulang
ayah dan adiknya pun beranjak ke kamar nisa, untuk melihat apakah benar yang dikatakan ibu nya.
mereka pun masuk dan membangun kan nisa yang sedang berbaring.
"nis bangun" ucap ibunya
nisa pun bangun dan melihat ibunya yang menampakan wajah cemas
"iya bu " sahut nisa sambil mengangkat badannya
"kamu darimana saja? bukan kah ayahmu menyuruh mu untuk membeli rokok " tanya ibunya
"tadi nisa udah ke warung dan semua warung tutup bu" jawab nisa dengan tenang
"kalo tutup kenapa kamu lama sekali, ibu cemas karna ibu pikir terjadi sesuatu sama kamu" ucap ibu nya
"iya bu nisa tdi mampir ke rumah Linda untuk mengambil buku di rumah nya " jawab Linda yang berbohong
ibunya pun tidak menaruh curiga terhadap putri kesayangannya.
karna perasaan senang karna anak kesayangannya pulang ibunya pun menyuruh nya untuk tidur.
ibu adik dan ayah nya meninggalkannya sendiri dikamar, dia merasa bersalah telah membohongi keluargannya.
apa boleh buat dia tidak mau keluarganya malu karna dirinya, dia pun membaringkan badannya sambil memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya.
karna rasa lelah tak terasa dia pun tertidur dengan pikiran yang tidak jelas.
"kukuruyuk" suara ayam yang berkokok menandakan waktu subuh akan segera tiba
dia terbangun karna mendengar suara ayam dari luar kamarnya, dia bergegas untuk mandi wajib karna dia harus pergi ke masjid untuk sholat berjama'ah.
karna kelakuan b***t jay dia harus melakukan mandi wajib di sepertiga malam.
baru memasuki kamar mandi saja dia menggigir karna dinginnya.
dia baru pertama kali mandi di waktu sepertiga malam, tapi apa boleh buat dia harus mandi wajib karna sebentar lagi adzan subuh akan segera tiba.
dengan badan yang kedinginan dia pun memaksakan dirinya dan memulai mandi wajib.
selang 30 menit dia pun selesai mandi wajib, dia bergegas kekamarnnya dengan badan yang menggigir.
dia pun langsung mengambil peralatan sholat untuk bersiap menanti adzan subuh.
"Allahuakbar allahuakbar " suara adzan subuh yang dikumandangkan
dia pun langsung mengambil sajadahnya dan pergi untuk sholat berjama'ah
di masjid dia bertemu lagi dengan jay laki² b***t yang telah menodai dirinya
dengan wajah marah dia tak mengucapkan sepatah kata sambil menolehkan pandangannya.
dia bergegas masuk ke masjid tanpa menyapa jay.