PASAR MALAM

1077 Kata
Pada malam minggu karang rundun sangat ramai karna acara pasar malam. Di acara itu orang² berkumpul untuk menikmati suasana meriah bersama keluarganya. Para orang tua yang mengajak anak²nya, untuk bermain dan berbelanja. Nisa dang keluarganya jg berbelanja di pasar malam itu, dia sangat senang akhirnya ada pasar malam di desa nya. dia pun mengajak ibu dan ayah nya untuk berkeliling,melihat susana pasar malam itu. tanpa disengaja dia bertemu dengan jay, laki² yang sudah menodai dirinya. tiba² langkah kaki nisa terhenti, wajah nya yang tadi gembira menjadi murung saat melihat jay. Dia sebenarnya sangat marah jika melihat wajah jay, akan tetapi dia tidak ingin keluarganya tau kalau jay sudah menodai dirinya. "hay nis" ujar jay sambil tersenyum "hay" jawabnya sambil tersenyum terpaksa "ayo bu kita lihat itu" ucap nisa sambil menarik ibu nya sebenarnya keluarga nisa juga tidak suka sama jay, karna ibu dan ayah nya tidak suka klo nisa bergaul sama anak yang nakal. tanpa banyak percakapan nisa dan keluarga nya lanjut, untuk berkeliling menikmati indahnya pasar malam itu. jay sangat tidak senang dengan perilaku nisa yang cuek terhadapnya. wajah jay terlihat sangat marah, karna nisa pergi begitu saja meninggalkan dirinya. jay pun pulang kerumahnya sambil berfikir bagaimana carannya, agar nisa tidak cuek lagi terhadapnya. "ahaaaa" ucap jay sambil senyum sendiri dia pun menemukan ide, agar nisa tidak lagi cuek kepadanya. "apa aku bilang saja sama ayah ibu nisa klo aku sudah menodai putri nya" ucap jay dalam hati "kalo ibunya tau pasti dia setuju menikahkan putri nya dengan ku " ucap jay dengan penuh keyakinan. dia pun berencana untuk memberitahu ibu nisa, klo dirinya sudah merenggut keperawanan putrinya. tak terasa sudah tengah malam,nisa dan keluarga nya pulang dari pasar malam itu. sesampainya dirumah dia dan keluarga nya beristirahat, karna mereka lelah berkeliling menikmati pasar malam itu. tak lama dia berbaring dikasur nisa pun tertidur pulas. "allahuakbar allahuakbar" adzan subuh berkumandang nisa terbangun mendengar suara adzan itu, diapun beranjak kekamar mandi untuk mengambil air wudhu. setelah selesai ber'wudhu dia berangkat ke masjid untuk sholat berjamaah. "asalamualaikum warahmatullah" suara imam tanda berakhir nya sholat subuh nisa yang sudah selesai sholat berjamaah, beranjak pulang. sesampainya dirumah dia pun lanjut tidur, badan nya terasa letih karna berkeliling di pasar malam itu. "tok tok tok" suara pintu kamar nisa "nis bangun sudah pagi" suara ibunya dari luar kamar nisa terbangun sambil ngulet. "iyaa buu" sahut nisa sambil mengusap kedua matanya dia pun beranjak dari tempat tidur nya dan mandi pagi. Hari berganti namun suasana di desa karang rundun masih tetap sama, sekumpulan warga disana beraktivitas seperti biasa. berbeda dengan nisa, gadis cuek yang tidak terlalu banyak bicara. setiap hari nya dia hanya membantu ibunya, untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. dia pergi ke dapur untuk mencuci piring, sedangkan ibu nya keluar untuk berbelanja ke pasar. baru beberapa piring dia cuci, tiba² dia merasa mual entah apa yang terjadi kepadanya. "huaaak" "apa yang terjadi dengan ku" ucapnya dalam hati sambil menutup mulut dengan tangannya dia bingung dan badan nya terasa lemas, dia tidak tau kenapa dia merasa mual dan lemas tidak semu piring dia cuci, karna badannya lemas, dia akhirnya memutuskan untuk istirahat. dia beranjak ke kamarnya, sesampai nya di kamar dia langsung istirahat sambil berfikir hal apa yang membuat dia mual dan merasa lemas. terlintas di otak nya tentang kejadian pada malam itu bersama jay tanpa disenga dia pun meneteskan air mata, sambil mengatakan sesuatu dalam hatinya. "akan kah aku hamil" suara yg keluar dari hatinya sontak dia menangis karna merasa cemas, jika dia benaran hamil bagaimana tanggapan ibu,ayah & juga tetangga nya sedangkan dia adalah seorang remaja yang belum bersuami, tapi sudah hamil !!! bagaimana dia harus mengatakan kepada ibu nya, klo jay sudah menodai dirinya sedangkan ibu dan ayah nya tidak suka dengan jay, bagaimana reaksi kedua orang tuanya kalau tau kalau dirinya mengandung anak dari laki² yang tidak dia sukai. rasa bingung dan takut akan apa yang terjadi jika dia benar² hamil apa kedua orang tuanya akan menerima anak itu? dia pun terus menangis dengan air mata yang tanpa henti mengalir di pipi manis nya itu dia tak kuasa menahan tangisnya sambil memeluk erat bantal guling, dia merasa sudah tidak mempunyai cara lain lagi. dia terus terbayang hal apa yang akan ibu nya lakukan kepadanya, kalau sampai ibunya tau kalau dia hamil di luar nikah. tentu saja rasa kecewa itu pasti, karna bagaimanapun kedua orang tua tidak ingin anak nya melahirkan anak sebelum dia bersuami. tak ada cara lain lagi, dia harus memberi tahu ibunya tentang apa yang sudah terjadi. karna bagaimanapun nasi sudah menjadi bubur dia juga tidak menyangka hal ini bakal terjadi kepadanya, dia merasa menyesali hari itu. di selang tangisnya tiba² terdengar suara kaki dari luar kamarnya, dia pun sontak menghentikan tangis nya itu. karna ibunya baru saja pulang dari pasar, setelah membeli sayuran untuk dia masak "nis kamu dimana" terikan kecil dari ibunya "aku dikamar buuu " sahut nisa dari dalam kamar nisa pun menghapus air matanya, dan berjalan menemui ibu nya. rasa takut dan cemas akan hal yang terjadi kepadanya terus terlintas di otaknya,seketika dia tiba² mual di depan ibu nya "kamu kenapa? " ucap ibunya sambil memegang bahu putri nya itu "Aaaaa nisa gk apa² bu mungkin nisa kecapean" sahut nya dengan nada cemas "klo kamu tidak enak badan kamu istirahat saja biar ibu yang masak " ucap ibunya sambil tersenyum "baik bu nisa ke kamar dulu" jawab nya dia pun kembali ke tempat tidurnya dan beristirahat ibu nya merasa khawatir dengan keadaan putri nya itu, karna seorang ibu pasti tidak ingin hal buruk terjadi kepada anaknya ibu nya pun pergi kekamar nisa dengan membawa satu cangkir air hangat dan juga satu potong roti sesampainya dikamar nisa, dia menaruh air hangat dan roti itu di meja sebelah tempat tidur nya. dia pun bertanya kepada putri kesayangannya itu. "ada apa dengan mu anak ku " ucap ibunya dengan nada lembut nisa bingung menjawab pertanyaan ibu nya, apa yang harus dia katakan "heyy ibu bertanya kenapa kamu bengong" ucap ibunya sambil menyolek pipi anak nya itu "eeeee nisa sebenarnya mau mengatakan sesuatu sama ibu " sahut nisa sambil menangis "mau ngomong apa kok kamu nangis? " sahut ibunya denga rasa bingung ada apa dengan putri nya , dia merasa hal buruk sudah terjadi kepada putri kesayangan nya itu. dia pun kembali menananyakan hal serupa "kamu kenapa kok nangis? " ibunya bertanya "sebenarnya nisa ham... " belum selesai dia berbicara tiba² suara pintu kamarnya terbuka dari pintu terlihat ayahnya yang membawa satu buah surat dengan wajah murung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN