Andra di balik punggung gadis itu. Pria itu berhasil mengejar Shabila, Shabila melangkah cepat dan enggan mendengarkan panggilan dari Andra. Andra seolah olah tidak ingin melepaskan Shabila pergi begitu saja. Walau gadis itu memaksa ingin pulang, Andra dengan segera menyusulnya. "Shabila dengarkan aku!" seru Andra lagi. Pria itu berhasil mengejar Shabila, dengan pelan memegang pergelangan tangan Shabila lalu menariknya. "Jangan pergi," bisik Andra memohon. Deru napas Shabila terdengar keras, tadi gadis itu setengah berlari agar Andra tidak berhasil menahannya. Tapi sejak masa SMA dulu, langkah kaki Andra pasti sangat lebar dibandingkan langkah kaki Shabila. "Apalagi Andra? Aku sudah mengatakan kalau aku baik baik saja. Jadi apa maumu?" "Banyak!" sela Andra cepat. Dia tidak m

