Bab 33

1119 Kata

Pria itu seolah olah meluapkan semua perasaannya yang selama ini ditahannya. Semua kegundahan hatinya selama bertahun-tahun tahun yang dipendam nya. "Hatiku hancur Shabil, aku bahkan tidak bisa menjalani hari hariku seperti biasanya. Tidak ada hari tanpa sekalipun tidak memikirkanmu. Setiap bangun aku selalu bertanya kepada diriku sendiri apakah kamu masih hidup? Kalau kamu masih hidup lalu dimana keberadaanmu? Kalau pun kamu sudah meninggal seperti bang Andro ceritakan, lalu dimana makammu? Tidak ada satu hari pun terlewatkan oleh ku memikirkan tentang keadaanmu." lanjut Andra. Shabila mengarahkan pandangannya kepada Andra yang sedang menatapnya dengan sedikit tegas sekarang. Gadis itu menyembunyikan rasa terkejutnya ketika Andra mengatakan memikirkan tentangnya. Shabila tidak perca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN