"Shabil,"ulang Andra dengan suara tercekat. Hal pertama yang dilihat Andra di dalam kamar Shabila adalah pahatan tangan mereka, dimana waktu itu Shabila berhasil membujuk Andra mencetak tangan mereka yang saling bergandengan. Andra masih ingat gadis itu membujuknya saat dia baru pulang dari rumah sakit. Padahal Shabila menawarkan kepada Andra untuk melihat hasilnya, tapi Andra langsung menolaknya. Ternyata pahatan tangan mereka berdua disimpan rapi oleh Shabila. Dia memberi kaca bening untuk melindungi pahatan itu dari debu. Di samping pahatan tersebut ada foto Andra yang diyakini oleh pria tersebut diambil tanpa sepengetahuannya. "Andra, pria pemarah yang sangat ku cintai." Andra membaca kalimat yang ditulis Shabila di bawah photo dirinya dengan air mata berlinang. Pria itu tedud

