Napas Andra naik turun dengan cepat mendengar kabar yang membuat dadanya sesak. Entah kenapa kabar itu begitu menghancurkan hatinya. Tubuh nya terasa melayang, kali ini dia merasa mimpi dengan kenyataan yang baru di dengar nya. "Nyawanya tidak tertolong ketika beberapa hari tak sadarkan diri sama seperti mu. "lanjut Andro dengan sedih. Andra melihat Unna yang menutupi wajahnya untuk meredam tangisannya. Andra menggeleng pelan."Tidak! Tidak mungkin!"seru Andra sedikit keras. " Tapi itulah kenyataanya, Andra!"seru Andro Bayangan kejadian malam itu menghampiri pikiran Andra lagi. Bagaimana dia merasa lega bertemu Shabila ketika gadis itu mengatakan kalau dia diikuti oleh orang asing. Bayangan wajah ketakutan Shabila agar Andra tidak memarahinya. Dan bayangan wajah sedih Shabila ketika t

