Ketika mobil baru saja sampai di depan pagar rumahnya, Andra memberikan Essia yang sudah tertidur kepada Jasmine. Seperti biasa, pria itu melangkah mengunjungi rumah Shabila. Andro dan Jasmine tidak bisa menghentikan Andra. "Apa yang harus kita lakukan, Yang?" tanya Jasmine berbisik di sebelah Andro. Mereka berdua menatap punggung Andra yang semakin menghilang masuk ke dalam rumah Shabila. Walau hanya rumah kecil dan kosong, cukup bagi Andra mengukir senyumannya. Rumah Shabila sudah menjadi tempat yang paling dirindukan pria tersebut. Setidaknya masih tertinggal kenangan gadis itu. "Padahal kami sudah membujuknya untuk bertemu psikiater, tapi yang diinginkan Andra adalah melihat makam Shabila. Dia masih belum puas kalau belum bertemu dengan rumah terkahir Shabila." Jasmine nampak ib

