BAB 93 - MODUSAN JEVAN

2689 Kata

"Mbih, lagi sibuk, gak?" "Mm, dikit lagi sih, Bu. Kenapa emangnya?" kata Debby yang lagi straplesin faktur sama surat jalan sesuai nama perusahaan dan nominal kwitansi terus dijadiin satu. "Nanti kalau udah selesai tolong fotokopiin ini, ya?" "Bentar-bentar." Debby naro keranjang kecil tempat naro surat jalan yang ada di pahanya ke atas meja, abis itu menghampiri seorang wanita baya yang merupakan karyawan di sini. "Fotokopiin yang mana, Bu?" "Ini, yang udah aku lipet aja. Difotokopinya masing-masing dua kali." "Oke. Ini aja, Bu?" "Iya." "Siap!" Meskipun mereka tahu kalau Mbih anak pemilik perusahaan, tapi Mbih sama sekali gak mau merasa diistimewakan dan gak melakukan apa-apa di sini. Awalnya mereka agak canggung mau nyuruh-nyuruh Mbih, tapi sekarang udah biasa. Kaya sama yang lai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN