Petir terdengar sangat kuat. Bianca yang tampak terkejut langsung memeluk tubuh Marco Bie, tidak sia-sia Marco Bie membawa Bianca bermain. Marco Bie memeluk dia erat. Seolah tidak menyia-nyiakan kesempatan. Marco Bie menikmati setiap momentnya. “Bianca, beri aku kesempatan. Bianca tidak menjawab, dia hanya terdiam di tempatnya. Hati Bianca belum siap untuk berperang melawan rasa terkhianari saat ini. “Kak, dingin sekali! Aku ingin kita kembali ke mobil .” Marco Bie enggan, “petirnya kuat sekali, Bianca. Kita tunggu sebentar lagi!” Bianca setuju. Kulit Marco Bie menyentuh kulit Bianca, tubuh Marco Bie memanas, dia tahu ada sesuatu yang bergejolak di hatinya kini. “Bianca,” panggil Marco Bie. “Aku menyukai dirimu.” Bianca terpaku, di saat itulah Marco Bie menarik dirinya kembali dalam pelu

