Bab 22. Bernapas denganmu

2070 Kata

Maureen memejamkan matanya, mencoba meredam erangannya yang ingin lolos di bibir mungilnya saat Alen Lim mempermainkan ujung asetnya dengan nakal, mengecap dan menghisapnya kuat. Dia mengerang dengan sedikit berbisik, Maureen menggeliatkan badannya seolah ada sesuatu yang ingin meledak. "Ya, nikmatilah, Maureen. Ini hukumanmu dan aku akan selalu menghukummu seperti ini!” seru Alen Lim sambil menyambar bibir Maureen melumatnya rakus. "Saatnya aku memasukimu, Gadis nakal." Alen Lim menggigit leher Maureen yang menegang mendengar hal itu, tapi dia bersama sekali tidak melawan. “Aku akan menyiksa setiap hari seperti ini,” Setelah Penyatuan itu, Alen Lim berdiri memasang kemejanya kembali, sesungguhnya saat ini dia mau berbaring di samping Maureen. Namun egonya tidak bisa melakukan itu. "Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN