Hari ini, Maureen tidak bisa tidur dengan polos! Bisa-bisa Alen Lim mengetahui jejak di tubuhnya saat ini. “Maureen! Kamu kenapa?” Tanya Alen Lim yang heran melihat sikap aneh Maureen. “Aku malas berdebat bersama kamu, jadi lebih baik jangan ganggu aku!” Maureen bersikap pongah, hal itu membuat Alen Lim tidak suka. “Aku menunggu kamu sejak tadi, sejak kamu keluar dalam keadaan hati yang tidak enak! Hampir saja aku menyusul kamu! Kemana kamu sebenarnya?” bentak Alen Lim kesal. “Kamu marah?” Tanya Maureen balik sambil mengembangkan senyum mengejek. “Aneh sekali!” “Besok kita akan ke dokter kandungan aku tidak ingin di tunda lagi Maureen! Aku harap kamu bisa mengerti. Jika aku tidak salah hitung kamu sudah memasuki trisemester kedua! Tapi aku tidak melihat kamu memiliki perubahan bentuk.”

