Pertemuan setelah sekian tahun itu akhirnya berakhir dengan canda. Semua yang Eczo pikirkan tidak terjadi, Riries tetaplah Riries yang dulu. Dia tidak banyak berubah, hanya dia lebih sering tersenyum. “Aku akan menikah, karena kamu sudah kembali, Eczo.” Kekehan Eczo terhenti. “Baiklah! Siapa dia? Biar aku menemuinya!” Riries menatap Eczo, mulutnya belum terbuka. Sedangkan Eczo masih menunggu. “Itu masalahnya, nanti aku kabari! Hehehee,” Riries terkekeh dan Eczo baru menyadari apa yang Riries maksud, dia menggoda Eczo. Riries tidak sembarangan tertawa, dia tidak tersenyum dengan semua orang! Hanya dengan Eczo dan orang Tuanya yang baru saja Eczo ketahui telah tiada. Riries bilang orang Tuanya meninggal dalam waktu dekat. Setelah ibunya meninggal, ayahnya menyusul. Riries sendirian yang m

