Pintu kamar Elena terbuka, Marco Bie berdiri di balik pintu dan langsung menyosor ke arah Bianca. Dia memeluk pinggang wanita yang tengah asyik membaca di atas kasur itu. “Lepasin, kak!” Marco Bie menggeleng tidak mau. “Kak! Ngapain di sini! Keluar sana… ini tempat cewek!” Dia menolak, “Apa sih, Elena. Kamu ganggu saja!” jawab Marco Bie yang tiba-tiba terhempas karena di dorong oleh Bianca. “Aw.. sakit sekali!” “Makanya jangan ganjen begitu, keluar deh sana!” Elena mendorong Marco Bie ke luar dari kamarnya. Bianca masih belum sadar kalau Elena sudah mengetahui segalanya. “Aku pakai baju ini dan rok ini! Bagaimana?” Elena meminta pendapat pada Bianca. “Aku suka yang ini, pilihan kamu yang terbaik, Elena…” jawab Bianca terkekeh karena baju ini terlihat seksi sekali. “Aku akan buat dia

