Cobalah pahami kalau move on itu tidak mudah. Yang mudah itu ngeludah biar bikin basah. Dimas tersenyum kala pintu hotelnya terbuka dan sosok Elva di sana setia berdiri. Di tangannya ada dua kantung plastik bahan makanan yang bisa dipastikan bila Elva baru saja berbelanja sesuatu sebelum tiba ke sini. "Tumben," kekeh Dimas mengikuti tubuh Elva masuk ke dalam. Laki-laki itu terus saja tersenyum kala mengingat kejadian semalam. Dia benar-benar terkagum-kagum dengan semua wejangan yang Kara berikan. Apalagi saat Dimas memberikan KTP sebagai bukti atas perkataannya, Kara membalasnya dengan sebuah senyuman. Akan tetapi Dimas yakin senyuman itu bukan sebuah senyuman biasanya. Dia yakin Kara menyimpan sesuatu. Seakan-akan calon mertuanya itu memang menantikan janji yang Dimas katakan. "Sekar

