Apalah arti menunggu. Jika sampai akhir kau yang pernah kucinta tidak kunjung menjadi milikku. Elva tersentak kaget saat melihat sosok Idni yang sedang menatapnya tanpa lelah. Pandangan bocah 11 tahun itu terus saja mengikuti gerak-gerik Elva hingga dia menjadi resah karena kelakuan adiknya itu. "Kenapa?" "Berapa kali?" "Apanya?" "Main tambal bannya?" Tanya Idni begitu datar. "IDNI!!!!" teriak Elva. "Ngomongnya nggak sopan!!!" "Daddy kan gitu. Kalau udah pinjem Mama Ora pasti bilangnya mau main tambal ban. Tadi juga cowokmu bilangnya gitu. Mau pinjem Elvanya dulu, ya Idni pikir mau main tambal ban juga," gumamnya bermonolog. Elva meringis tidak suka. Semua ini karena ajaran sang Ayah yang kadang kelewat batas. Bisanya berbicara seenaknya didepan anak yang masih dibawah umur

