Inilah yang kubenci dari cinta. Ia tak luput membawa duka yang bisa merusak rasa. Elva sesungguhnya ragu untuk melangkah menuju tempat yang diberitahukan oleh Randhu. Namun rasa penasarannya cukup menusuk hatinya. Berulang kali dia meyakinkan diri bila bukan Dimas yang sakit di sana, namun mengapa bisa Dimas berada di sana. "Kak Elva kenapa?" tanya Idni saat mereka dalam perjalanan pulang. "Nggak papa," "Kak Elva bisa bohongin Idni tapi nggak bisa bohongin Tuhan loh. Kata Mama Ora Tuhan itu paling tahu. Buktinya Tuhan tahu dimana Mama kandung Idni sekarang," ucapnya polos. Senyuman sedih Elva diterjemahkan Idni dengan kebingungan. Ia merasa tangan Kakaknya itu mengusap lembut kepalanya dengan tatapan sendu. "Kak Elva sakit ya? Pasti Utun ngamuk deh di dalem sana. Lagian sih pakai per

