Sering kali kita disalahkan atas keadaan yang menyakitkan karena terlalu mencintai seseorang. Langkah Elva belum mampu keluar dari rumah sakit itu, kedua kakinya sudah ambruk lebih dulu. Sambil memegang perutnya yang terasa keram sebisa mungkin Elva menahan tangisnya. Sakit, begitulah hatinya terus berteriak. Jika dulu dia masih mampu untuk melarikan diri dari rasa sakitnya itu, kini sungguh Elva tidak mampu. Kondisi fisiknya yang sedang lemah karena mengandung, ditambah lagi jiwanya tidak mampu lagi untuk kabur, akhirnya beginilah nasibnya. Tanpa air mata, tanpa jerit tangis seperti perempuan kebanyakan, Elva menundukkan kepala. Merasakan sakit pada bagian bawah perutnya. Mungkin bukan ia saja yang merasakan sakit dengan semua perlakuan Dimas, tetapi buah cinta mereka pun merasakan ha

