Ijinkan aku tetap mencintaimu seperti hujan di malam hari. Tetap turun dengan lebatnya meski tidak ada pelangi yang mengakhiri. "Dimas," panggil Elva. Ekspresi kaget bisa Elva lihat di wajah pucat laki-laki itu. Tubuh Dimas tidak seperti awal mereka bertemu. Bahkan sampai-sampai Elva kesulitan mencari kebahagiaan pada kedua manik mata Dimas. Entah apa yang terjadi? Elva tidak berani menebak-nebak penyebab Dimas seperti ini. Yang jelas Dimas yang sekarang bukan seperti Dimas yang lalu. "Alhamdulillah," serunya sembari bernapas lega. Setiap langkah yang Dimas buat untuk mendekatinya, membuat Elva takut. Kedua tangannya refleks memeluk perut besarnya. Seolah melindungi anaknya dari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. "Bodoh," seru Dimas dengan kedua manik matanya berkaca-kaca. Bahkan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


