Setelah cukup lama kami melepas rindu kami, kini aku duduk di samping Ibu yang terus menggenggam tanganku. Sedangkan Felix duduk di sofa single tempat ibu tadi duduk. "Deeva,, Ibu sungguh sangat bersyukur pada tuhan karena masih bisa bertemu denganmu. Ibu sangat bahagia,, sangat-sangat bahagia. Penantian ibu selama duapuluh tahun ini tidak sia-sia," ucap Ibu kembali menangis membuatku ikut menangis. "Kenapa ibu memanggilku Deeva?" tanyaku karena penasaran daritadi Ibu memanggilku dengan nama panjangku. "Karena nama itu pemberian Ayahmu, Sayang. Adeeva Pahira Prayuda, itu nama kamu yang kami berikan. Nama ayah dan ibu terdapat di sana, saat itu ibu meminta ke pak Mahes untuk tetap menamaimu dengan nama Adeeva agar kami bisa mengenali kamu," jelas ibu membuatku terharu. "Siapapun namaku,

